Archive for the 'Australia' Category

08
May
14

Berburu Beasiswa

Waaa sudah lama sekali blog ini tidak diisi, terakhir nulis saat masih jadi student di Adelaide. Sekarang sudah menjalani kehidupan normal sebagai pekerja di salah satu sudut kota Jakarta yang semakin hiruk pikuk setiap harinya. Hari ini sedang terbersit keinginan menulis tentang beasiswa karena banyak dan seringnya mendapat pertanyaan “Bagaimana caranya bisa sekolah di luar negeri?” atau “Bagaimana caranya bisa mendapat beasiswa?”. Sebetulnya jawabannya mudah, cukup satu kata “Daftar”. Yaaa kalau tidak mendaftar, bagaimana bisa mendapatkan beasiswa. Tapi lagi-lagi, ada pertanyaan “Bagaimana caranya mendaftar?” *menghela nafas

Sebenarnya, jika kita punya keinginan hal itu akan sangat mudah. Alhamdulillah saya pernah mendapat beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) untuk Master di Adelaide (sekarang nama beasiswa-nya Australian Award) dan juga pernah mendapat beasiswa NFP (Netherlands Fellowship Program) untuk short course selama dua bulan di Belanda.

Jadi, mari kita susun langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh:

1. Tetapkan niat ingin mendaftar kemana. Banyak beasiswa yang ditawarkan, mulai dari Australia, New Zealand, Eropa, Asia (Jepang, Singapura), Amerika Serikat, atau bahkan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Kita harus fokus ingin daftar yang mana, karena jika ingin daftar semuanya dan akhirnya gak fokus malah kebablasan. Saya sendiri waktu itu untuk beasiswa master, daftar ADS dan DAAD (beasiswa pemerintah Jerman), dan Alhamdulillah lulus untuk ADS.

2. Jika sudah fokus ingin mendapatkan beasiswa yang mana, lihat dan cermati dengan teliti persyaratan beasiswa tersebut. Kemudian download application form-nya dan isi form tersebut. Jawab pertanyaan pada form dengan sebenar-benarnya, kemudian antara pertanyaan dan jawaban harus nyambung, jangan sampe ditanya A kemudian dijawab Z. Sebaiknya konsultasikan jawaban yang sudah ditulis dengan orang yang pernah mendapat beasiswa tersebut. Tapi jangan sampe maksa ya ketika mau konsultasi, coba diminta tolong baik-baik, pasti pada mau kok mengoreksi application form-nya. Harap diingat setiap orang mempunyai kesibukan berbeda-beda.

3. Persiapkan persyaratan beasiswa tersebut. Misal untuk Australian Award, persyaratan sbb:

 Complete documentation required in your application:

  • Birth certificate
  • KTP
  • Curriculum Vitae
  • IELTS or TOEFL English language test results* obtained no earlier than 2013 (Original)
  • Certified University Certificate (Ijazah)
  • Certified University Academic Transcript (Transkrip Nilai)
  • Masters applicants must include S1 university documentation;
  • PhD applicants must include S2 university documentation;
  • PhD applicants must include a reference from an S2 supervisor;
  • PhD applicants must include Research Proposal Details

*TOEFL Prediction Test is not acceptable and submission of this test will make your application INELIGIBLE

Additional documentation required if shortlisted for an interview:

  • Recent photograph (3cm x 4cm);
  • Certified English language translation of Indonesian university certificate (ijazah);
  • Certified English language translation of Indonesian university academic transcript (transkrip nilai);
  • List of relevant publications (if applicable);
  • Certified English language translation of birth certificate.

Sumber : http://australiaawardsindo.or.id/index.php/en/applicants/required-documentation

Note: Saat ini pendaftaran untuk Australian Award sedang dibuka sampai 18 Juli 2014 (http://australiaawardsindo.or.id/).

Karena biasanya persyaratan tersebut cukup ribet, sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Misal untuk kemampuan bahasa inggris, sebaiknya hasil tes IELTS atau TOEFL sudah disiapkan (ingat ya, bukan prediksi TOEFL karena tidak akan diterima).

4. Baca kembali semua form yang sudah diisi (jangan sampai ada salah tulis) dan teliti kembali semua persyaratan, apa ada yang terlewat atau tidak.

5. Siap untuk submit beasiswa, ingat deadline-nya, jika deadline tanggal 18 Juli, jangan submit tanggal 19 Juli yaa (jelas-jelas tidak akan diterima).

6. Jangan lupa minta restu sama orang tua dan juga berdoa semoga mendapat yang terbaik.

 

Usaha mendapatkan beasiswa bukan hal mudah atau murah, namun semua orang bisa mendapatkannya asal punya kemauan yang keras. Lalu, mengapa saya tulis, mendapatkan beasiswa bukan hal yang murah? Karena memang dibutuhkan biaya yang cukup lumayan, misalnya untuk menerjemahkan dokumen (akte kelahiran, ijazah dll), lalu untuk tes bahasa inggris (biaya tes IELTS bisa mencapai hampir 2 juta rupiah). Tapi jangan sampai hal itu menyurutkan keinginan untuk sekolah lagi, dengan segala usaha, in sha Allah semuanya bisa dilewati dengan mudah dan mendapatkan hasil yang sepadan.

Selamat berburu beasiswa!

 

Advertisements
14
Dec
11

Auckland … Part 1

New Zealand …

For me, this country means the Lord of the Rings since the trilogy was filmed there. It was just like an outrages adventure. My friend and I booked the ticket not more than 2 months earlier, applied for the visa and then almost forget about it due to assignment and exam period! So, there we go!

Nov 22nd, 2011 was our departure date. Qantas took us to Melbourne and then Auckland. Touch down in the biggest city in NZ in the afternoon, it reminded us of Adelaide. The city with about 1.3 million population was very quiet and beautiful. But it was also a cold spring for us who landed from sunny Adelaide.

We headed to Weymouth, almost 20km from Auckland CBD, to meet my CS friend and spent 4 nights there. At the same time, there was a couple from French who spent 2 nights there as well. Thus, they got a room while we got a lounge. Not bad at all.

The next morning, we traveled to the city. The bus/train fare is quite expensive there. It’s based on stages; each stage is approx. 5 km. So, we bought a daily ticket for NZD 15. The ticket was valid for bus, train and ferry to Davenport (or Devonport … yaaa whatever lah!).

We catch the bus from Britomart Train Station to our first destination. It was the famous Mission Bay. I had no idea what is it famous for. Compare to Glenelg in Adelaide Suburban, I love Glenelg more. But hey, it was an adventure. We walked along the beach for a while. FYI, there is a café named Mecca in Mission Bay. Then, we walked up hill to see the Mission Bay neighborhood. Wow, this area is such a great place to live. Those houses were nice, the surrounding was quiet, and the view was spectacular. After enjoying those luxury houses, we walked down the hill. Following an NZ friend suggestion, we bought ‘Movenpick’ ice cream. Delicious ice cream and the bay view were absolutely brilliant idea to enjoy a chilly-sunny afternoon.

We got back to the city to catch a ferry to Davenport. It was 15 minutes sailing before we reached another quiet but beautiful area, Davenport. From here, we could see Auckland downtown and its skyscrapers including the Sky City Tower which is the highest building in the southern hemisphere. Just don’t forget to visit a chocolate factory here. When we walked in the shop, the smell of chocolate was a temptation for our empty stomach. We got one small bar of free chocolate. We didn’t buy anything, so we just hanging around another part of Davenport. In contrast to Adelaide where mostly the road is flat, here almost everything is hilly. So, it was exhausted to go around the city by foot.

Auckland … A view from Davenport!

Continue reading ‘Auckland … Part 1’

02
Mar
11

Michael Buble

Diawali dari ini 23 Maret 2009

Terus ke sini 19 Februari 2010

Sampe dapet info ini 2 Juni 2010 lihat point 4

Dan membeli tiket untuk konsernya tanggal 26 Juli 2010 (8 bulan sebelum konsernya tiket udah sold out).

Perjalanan panjang dan akhirnya berhasil nonton live concert Michael Buble di Adelaide Entertainment Center (AEC) 1 Maret 2011. Michael Buble … a great singer … world class entertainer … woww … what a wonderful night. I love Michael Buble 🙂

Tiketnya

Tiba di AEC, turun dari tram nyebrang ke arah kiri, yep there is AEC.

 

Maksa moto padahal jaraknya jauh, hasilnya kaya gini … pas lagu Me and Mrs. Jones

15
Jan
11

Ada Oprah di Sydney

Ini catatan perjalanan (catper) waktu jalan-jalan ke Sydney dan Canberra 12-21 Desember, tapi Cuma tercatat sampe tgl 14 Desember aja, keburu males juga, udah kelamaan 😀

11 Dec 2010

Sore itu pergi ke Adelaide Airport dgn tujuan Sydney pake Tiger Airways. Udah masuk pesawat, eeehhh apa daya, disuruh turun lg, ktnya ada technical difficulties. beuh, udahlah semua penumpang turun dgn waktu delayed yg ga ketauan sampe kpn. Eehh setelah nunggu hampir 2 jam, ada pengumuman pesawat dicancelled. Hhhrrgghhh kesel bgt, lagian salah aku jg, udah tau reputasi tiger jelek, jdnya antri buat ambil form refund dll. untungnya cm beli one way, org2 yg beli refund lebih bingung lg. Ah parah bgt, kynya tuh maskapai ga ada rasa bersalh, cuma bagiin form itu tanpa rasa bersalah, cm tulisan I’m sorry for all inconvinience. I was so upset, gak akan lagi deh pake Tiger (emang sebelumnya juga gak pernah!). Akhirnya hampir semua penumpang antri di service desk JetStar buat beli tiket ke Sydney dgn harga selangit. Itu pun buat penerbangan esok pagi.

(Pas bilang ke temenku seminggu kemudian, komentar dia Cuma “everybody has bad experience with tiger” … see!!!)

12 Dec 2010

Minggu pagi. It means almost all buses in Adelaide start operating at 8 am. Jadi pesen taxi buat ke bandara. Alhamdulillah penerbangannya ontime. Sampe Sydney jam 11 trus dijemput temenku, lgsung ke rumahnya dia di daerah Penshurst simpen tas dan makan siang. Trus naik train ke Cirqular Quay buat antri ambil ticket Oprah. Oh ya, sebenernya aku ga ada rencana ke Sydney sampai Januari, tp karena menang tiket Oprah, jd dimajuin deh ke Sydney-nya hehehe ….

 

Ternyata antrian orang yg ambil tiket banyak banget, maklum 6ribu orang yg antri masing2 dpt dua tiket. artinya 12 ribu orang untuk tapping dua show, pagi dan sore. Aku dpt yg sore. Katanya yg apply buat tiket itu mencapai 350ribu orang.

Uh finally dpt juga tiket dan wristband-nya setelah ampir dua jam antri di bawah teriknya matahari Sydney saat summer. Waw aku dpt tempat duduk di forecourt section A1 pula, berarti di depan kan? let see …

Setelah ambil tiket, kami buru2 ke stasiun kereta, soalnya tmnku ada party sorenya, dia ga enak kalo ga datang. Jd aku jg ga enak kalo ga ikut. So, aku ke sana, cuma kenal dia. Eeehhh tp tmn2nya dia baik, nyapa2 aku dan ngobrol banyak. Bahkan ada satu orang Indo jg tp yg udah lama banget tinggal di Sydney sampe2 bahasa Indo-nya dah kaku gitu heheh …

Done today.

 

13 Dec 2010

Senin jam 10 aku janjian bareng temenku yg kuliah di USyd depan Fisher Library. Usyd spt jg Uni Adelaide anggota group of 8 univ di Oz. Hhhmmm … kampus Usyd luas, beda ma UofA, hahaha … abis UofA di CBD, begitu nyebrang keluar kampus langsung mall 😀

Hari itu tmnku ketemu prof-nya jd aku ma tmnnya dia jagain anaknya sambil keliling usyd dan victoria park. Abis itu kami ke Campsie, rmhnya dia trus mkn siang. Aku balik lg naik train ke Central, ke china town. Eh paddy’s marketnya tutup, buka dr rabu sampe minggu. Akhirnya keliling china town dan darling harbour. Naik monorail, ternyata mesti byr lg, ga berlaku tiket multi yg udah kita punya. Yo wis gpp. Akhirnya keliling lebih dr 1 putaran naik monorail seputaran cbd, trus turun di City Centre. Dari sana jalan kaki ke town hall, cm bisa masuk ke satu hallnya aja. Trus ada hall gede buat konser dan disana ada orgel gitu, tp kita ga blh masuk, cm liat aja. Di dkt situ jg ada QVB, Queen Victoria Building, bangunan antik yg jadi mall. Trus sebelah town hall ada katedral, katedral apa ya? lupa.

Keliling sana bentar trus naik train dr town hall mau ke Olympic Park. Tp ga ada yg langsung, jdnya naik yg ke Lidcombe, dr sana sambung train ke Olympic Park. Wah trainnya penuh, kirain byk turis yg mau ke Olympic Park. Ternyata, begitu sampe Olympic Park rame, penuh banget, dan suara musik yg kenceng, untung audionya bagus. Beuuhh ternyata mau ada konser. Penasaran donk ada konser siapa, jd aku tanya ke salah 1 orang disana, oohh ternyata konser U2 di ANZ Stadium. Wooowww …. ga aneh rame bgt. Nampaknya cuma aku aja yg keliling stadion sendirian ga jelas mo ngapain. Wah komplek stadionnya luar biasa, dgn tiap tiang ada tulisan olympiade sebelumnya dan taun brp. Akhirnya sktr jam 6 balik ke Central.

Dari Central naik tram ke arah Lilyfield, eh byr lagi jg, krn ternyata tram itu dikelola swasta. Naik tram bulak balik cm pengen tau aja, ternyata melewati Ian Thorpe Aquatic Centre, Sydney Fish Market … dll. Ya udah setelah itu balik lg ke rumah tmnku.

14 Dec 2010

Hari ini tmnku took a day off. Setelah sarapan, kami pergi ke city. Turun di stasiun Martin Place. Dari situ keluar langsung Sydney Hospital. Trus kami jg lewat ke tempat channel 7 morning news: sunrise dan morning show. hahaha … dgn kampringnya lambai2 di kaca pdhl ga ke shoot jg. Dr situ kami jln ke botanical garden ke art gallery, nampak depan ampir sama dgn art gallery SA, pilar2 corrintianth. Tp art gallery NSW lbh gede. Dr situ kami jln di botanical garden dgn view harbor bridge dan opera house. Beautiful. Trus jalan ke contemporer museum di circular quay, lanjut ke The Rocks. Wooowww The Rocks rock! Dgn bangunan2 dr sandstone dan byk cafe2 berjajar, menarik buat pengunjung. Ada The Rocks Museum jg. Ga kerasa udah siang, kami makan siang di Australian Heritage Hotel. Setelah makan, nyebrang Harbor Bridge. Pemandagan dari atas ke Opera House indah bgt. Tadinya mo jln terus tp waktu dah mepet. Jadi cuma sepermpat jalan trus balik lewat Cahill Walk ke Circular Quay. Mulailah kami antri di Macquarie St buat masuk ke tempat shooting Oprah. Antri lebih dari 1 jam, melewati metal detector. dikasi goody bag yg isinya botol air minum, ponco plastik kalo ujan, dan sunscreen. Waa beneran kan, krn kami section A1, kami duduk di depan, baris ke 7 dr panggung, tp sygnya dpt duduk di pinggir. But it’s OK, yg penting kami di dpn, dan masih bs liat panggung dgn jelas. Karena baru jam 4 dan shooting baru jam 7 kami reherseal dulu buat acara bendera gitu deh. Ky di stadion, ada bendera gede yg melewati kepala org2, dan cm buat di bagian dpn doank donk :P. Trus crew-nya Oprah ngasi tau bintang tamu sore itu bakal ada Bono, Nicole Kidman + Keith Urban, Hugh Jackman, Olivia Newton John. Huaaa teriak donk begitu dikasi tau bakal ada Bono.

Beneran teriak histeris pas liat Oprah masuk panggung dan bintang tamu pertma Bono. Gilaaa …. ga percaya bisa liat mereka langsung. Not even ever dream it! Tp Bono cm bentar, soalnya msh hrs konser malemnya. (Eh btw selama nulis ini kan lg dlm kereta ke Katoomba, di dpn kursiku ada couple msh muda, kalo dgr dr bhsnya mgkin Jerman, beuuhh ciuman mulu wakakak …, mestinya merem ya gw :P)

Oh ya, sebenernya gak boleh bawa kamera buat ke show-nya Oprah, tp pas liat orang2 pada nekat ambil foto, akhirnya aku juga ikutan nekat ambil foto, hiks tapi pas Bono gak dapet, soalnya bintang tamu pertama, jadi belum berani ambil foto 😀

Setelah itu tamu berikutnya Hugh Jackman, dan dia masuk panggung dgn cara flying fox dr atap Opera House ke Panggung. Huuaaa … teriak lg begitu liat Hugh Jackman hahaha …. Eh Hugh Jackman lupa nge-rem flying fox-nya, alhasil matanya dia agak luka. Duuhhh kaciaann ..

Ternyata ikutan shooting itu lucu ya, pas break iklan, crew-nya Oprah langsung ngelilingi dia, ada yg benerin bajunya, ada yang benerin make-up nya … waah banyak deh.

Setelah itu, berturut-turut bintang tamunya Nicole Kidman dan Keith Urban (Nicole emang cantik bgt, perfect!) trus Olivia Newton John 😀

Setelah itu, 6 org tamu dr Amerika dpt kejutan hadiah kalung (berlian??), dannn kemudian kata Oprah, kami semua 6ribu orang dpt kalung jg dari Rio Tinto. Gilaaa … Alhamdulillah …. teriak ga percaya. Aku sampe tanya tmnku, is it for real? She said yes 😀 Dan acr terakhir adalah choir trus Hugh Jackman nyanyi disusul Olivia, Keith, Nicole daaannn Russel Crowe. Fantastic show. Begitu pulang, kami ambil kartu buat dpt berliannya. Ternyata mesti register online, dan kemudian dikirim, tp bahkan mesti nunggu sampe Juni 2011 :D. Yeah, that’s OK. Karena sebelumnya ga berharap dpt surprise, krn 6rb orang gitu lho. Entahlah audience pagi dapet apa, katanya kalung juga 😀 Oh ya, bintang tamu pagi ada Bindi Irwin (Irwin family), Jon Bon Jovi, Russel Crowe dan Jay Z.

Evening show itu ditutup dengan semua bintang tamu nyanyi “I Still Call Australia Home”. Ini ada video-nya di youtube. Nah aku tuh ada di bawah bendera Aussie itu 😛


Fantastic show. Cape tp amazed!

 

15
Jan
11

Brisbane … Summer Holiday

Catatan perjalanan (catper) ke Brisbane tgl 2-7 Desember 2010, sebelum terjadi banjir besar di Queensland Januari 2011.

Well, catper ini sampe hari ketiga aja, karena keburu males 😀


day 1

2 Desember 2010

Pagi itu jm 8, aku berangkat dr flat-ku menuju Adelaide airport. Tujuanku hr ini adalah Brisbane, ibukota state Queensland, Australia. Flight-nya tepat jam 10.45 dan tiba di Brisbane pukul 12.00 waktu sana. Adelaide dan Brisbane punya perbedaan waktu 30 menit. Tiba di Brisbane Airport udah dijemput temenku, senengnya, jdnya ga usah bingung2 deh mo kemana. Dari situ kami naik bus airport ke Airport village, eh bisnya kok ga bayar ya? pdhl di halteu-nya ada tulisan kalo ticket bisa dibeli di driver, harganya $5. Oh ya sebenernya dr Airport ke city jg bisa naek train, tp lebih mahal, tiketnya $15.

Back to Airport village, ternyata disana tuh shopping centre gitu deh, alias DFO, direct factory outlet. wah jdnya malah belanja deh, baru jg tiba di Brissie udah belanja aja. Setelah keliling2 muterin DFO dan having lunch, kami pergi ke city. Dr sana naik bis nomor 300 berhenti d Toombul trus dr sana sambung train ke Brisbane central. transport di Brisbane lebih mahal dr Adelaide. Sebelumnya aku udah dibeliin go card ma tmnku, jd aku tinggal isi2 aja deh. tp krn concession-nya cm berlaku buat students di QLD aja, yaaa jdnya aku ga bs pake (walopun bsknya beli go card yg concession hehehe … pake student ID-nya tmn :D). Go card-nya persis sm yg di Singapore. Jd kalo berencanan jalan2 lama di Brisbane mendingan beli tiket go card aja, drpd daily ticket krn jatuhnya akan lebih murah.

Back to journey, cuaca di Brisbane saat ini ujan terus walopun udah masuk summer, jd jalan2nya banyak terdelayed hujan yg lumayan lebat.

Di Brisbane, tempat yg pertama dikunjungi adalah ANZAC square, itu sebenernya cuma square buat “peringatan” pahlawan perang gitu; tp penataan tamannya apik, jd seneng aja ada disana. tempatnya diapit oleh Brisbane Central dan ost Office Square. Dari sana kami jalan ke Queen Street Mall, kalo di Adelaide mirip dengan Rundle Mall. Tapi karena penduduk Brisbane lebih banyak dari Adelaide, jd tempatnya pun lebih rame. Sore itu kami hanya berjalan-jalan seputaran city; terus makan di warung masakan Indonesia, pesen batagor sementara temen sy pesen siomay. Kynya itu batagor satu porsi termahal yg pernah aku beli, kalo dirupiahin sekitar 81 ribu hehehe …

Karena sudah malam, dari sana langsung pulang.

 

Day 2, 3 Dec

 

Brisbane River … yang meluap sampe 4.5m saat banjir Queensland

Lagi2 cuaca Brisbane hr ini mendung dan hujan. Hari ini kami menyusuri Brisbane River naik City Cat, semacam ferry yg jd alat transportasi utama di Brissie. Kami naik dari North Quay menyusuri sungai sampai ke pemberhentian terakhir kemudian balik lagi dan turun di QUT. Mengelilingi kampus QUT yg sepi, krn dimana-mana kampus di Aussie lg libur summer. DI QUT ada old parlement house yg dijadiin museum. Kami liat kesana sebentar karena memang tempatnya kecil dan tidak terlalu banyak koleksi yg dipamerkan.

Keluar dari gerbang QUT, kami langsung ke Queensland Parlement House, tp tour-nya baru diadakan sktr setengah jam kemudian pukul 3.30 pm, sehingga kami pergi ke Botanical Garden yg berada tepat di seberangnya. lima menit menjelang 3.30 kami sudah berada lagi di depan Parlement House, saat itu yg tour cuma berempat, kami berdua, dan dua lg cewek dari Jerman. Sayangnya selama tour itu kami tidak diperkenankan mengambil gambar, pdhl dalamnya elegan banget, kami masuk ke semua ruangan sidang dan boleh duduk di kursi2nya yang empuk dan nyaman itu.

Selesai dr tour, kami Jalan kaki meyusuri jembatan yg melintasi Brisbane River menuju South Bank. Di South Bank ini ada pantai buatan, “The Brisbane Wheel” (tiketnya $15 untuk adult, ga ada concession buat students) mirip dgn Singapore Flyer tp lebih kecil, terus ada Queensland Museum, Museum Science Centre, Queensland Art Gallery dan Qld State Libary. tp karena udah sore, tempat2 itu udah tutup, jd baru masuk kesana besoknya. Kecuali ke Museum Science Centre, ke tempat2 lainnya free entrance alias gratis.

Dari South Bank, kami jalan balik ke arah King Goerge Square tepat di depan Brisbane town hall. Hari itu ada penyalaan christmas tree yg lmyn gede, tp masih kalah gede dgn christmas tree di Victoria Square Adelaide.

Square-nya penuh banget, semua orang tumplek blek disitu, mulai dr orang tua sampe bayi2 kecil dalam stroler. Acaranya bentar doank, jam 8 kurang aja udah selese. Eh pas mau balik, ketemu temen kuliah, yg ternyata aslinya emang orang Brisbane, tp ambil master di Adelaide.

The Brisbane Wheel, yg saat banjir Queensland tuh, tenda di depannya sampe terendam (waktu liat di TV)

Day 3

Pagi itu hujan deras baget, kami mengunjungi UQ St. Lucia campuss tempat kuliahnya temenku. Karena ujannya gede dan deres, akhirnya kami ke perpustakaannya dan browsing2, login pake ID-nya tmeneku itu 😀

Kalo nungguin ujan berhenti ga tau sampe kpn, akhirnya kami memutuskan pergi, naik cityu cat ke South Bank, terus liat2 pantai buatannya, dan di depannya lg ada bazar gitu, judulnya life style market, krn yg dijual emang baju2 dan semua yg berhubungan dgn fashion dan life style deh. Dari sna, kami ke Qld Museum, koleksinya lumayan byk, dr binatang, aborigin, pesawat2 kuno, sampe koleksi jaman perang. Ada bbrp bag museum yg tidak boleh difoto, diantaranya koleksi aborigin. Dari sana kami ke Art GALLERY, wah disini boleh ambil foto, pdhl art gallery d adelaide ga boleh. Art gallery di Qld tempatnya lbh luas dan koleksi yg dipamerkan lebih kontemporer dibanding Adelaide yg lbh klasik.

Dari sana kami balik ke arah city, jalan ke arah botanical garden. Malam it mula 7.15 pm ada konser christmas carol, free entrance tentunya. Karena diselenggarakan di taman terbuka, jd orang2 udah siap bawa kursi sendiri, ato alas duduk lengkap dengan ponco dan payung, karena hujan. Well, the show still goes on. terrific ninght despite the weather kalo kata lord mayor-nya Brisbane yg kasi sambutan. Ajang konser itu bener2 jd acr keluarga buat orang sana, anak2 bayi lucu2 pd tidur di strolernya, begitu juga aak2 kecil lainnya yg duduk2 sambil nyanyi2. Kami ga liat konsernya sampe beres karena akhirnya jam 8 balik, persiapan besoknya mau ke Gold Coast.

 


07
Dec
10

Places and Traveling

I love traveling! My friends definitely know it! I always love beach and recently I love an airport. I have no particular reason I love places because sometimes it’s hard to explain the reason. (Why did I keep use “love” word? Just to emphasize the word, I think :P)

This month I went to Airport (Adelaide Airport in particular) for several times. Pick up some friends or just got there to flight to other Aussie’s states. I like to see many dramas in Airport. I can see people hug each other (or even kiss :P),  smile and laugh when they meet or even cry when they have to say goodbye. Yeah, Airport is the place to be either happy or sad!

Mostly, I’ll spend my time reading a book during the boarding time. That’s my tips, just bring a book, a light “easyreading” novel, so I can sneak out of my book when I’m bored and start playing games with my mind, guessing where will people go? I keep asking a not important question to my “not straight A”  brain, “where will they go?” when I saw a family who trip together. Or will they go somewhere for holiday or just to visit other family members? Or if I saw any single traveler (like me), what pop up in my mind is where will he/she go? Is she/he a backpacker, a tourist, a student or just an ordinary unimportant person (like me, again!) 😛

The most “not so” important in many “unimportant” questions is “who will sit next to me?” Does she/he will unlucky enough to sit next to me? Or will she/he say something like “hrrgghhh … why should I sit next to her” (of course mumbling in their heart :P, luckily I don’t have to hear that!)

So, if I get on board before someone else in my row, I always pull out my book from my bag and start reading and hoping that the one who will sit next to me is a charming prince hahahaha …. 😆 In contrast, the “imaginary” charming prince will feel so bad that he has to sit next to me.

But let’s back to reality, the truth is the charming prince never come, indeed … what happen next is …

the person who sit next to me is probably:

– an old man with not so good smell (my journey turns out to disaster during the flight)

– a girl with her friend (it means they are two girls who will have unimportant girl’s chat during the flight and probably talk about me in foreign language and start talking why should I sit next to them. While I feel relieve that I don’t understand what they are talking about :D)

– a couple (hhrrggghhhh ….. another disaster!)

– the other two strangers passengers … (feel relieve that we don’t know each other)

On top of it, I have a number one unimportant question, sometimes I wanna feel how does it feel to have a sit in a business class? 😀 Maybe I will “kampring” enough to press all the buttons and don’t know what to do until a cabin crew come to save me hahaha …. 😆

That’s it! I love airport, such a perfect stranger for others!

29
Sep
10

Masakanku

Klik di sini ya buat liat foto-foto hasil masakanku yang lainnya 😀




Welcome to Laisya : A New Hope

This is a blog about my journey, my story, and my "curhat". "Laisya : A New Hope" is inspired by "Star Wars IV : A New Hope". (I love Star Wars Saga :D). This is my new blog to replace "Laisya and Her World". Well, actually I made this blog long time ago, before I made "Laisya and Her World". However, for certain reason, I have to leave "Laisya and Her World" and start this new (but old) blog :)

More about me??

Now, I live in Jakarta but I'll always love Bandung as my hometown. I used to live in Adelaide, South Australia for two years due to my study (master degree). I like reading, swimming, watching movies, and travelling. I have a dream to visit all interesting places in this planet. I hope my dream will come true someday. Am I a dreamer? Maybe, but why not?? Sometimes I envy TV reporters whom travel around the world for free, and they were paid. Gee, that is a Dream Job! :D Daydream? Yeaah, whatever lah :P.

Too many "dream" words here, maybe I actually should put "Laisya and Her Dream" as a blog title :D.

Laisya on Twitter

Enjoy your day!

October 2017
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 5,429 hits