Archive for the 'Journey' Category

03
Aug
16

Dinas Luar Negeri Bagi Ibu Menyusui

Perjalanan Dinas? Mmm … No, thank you.

Yep, sejak melahirkan si kecil, saya sangat jarang melakukan perjalan dinas ke luar kota dengan alasan masih menyusui dan tidak tega meninggalkan si kecil di rumah. Apalagi karena saya tinggal di Tangsel sedangkan keluarga besar saya tinggal di Bandung dan keluarga besar suami tinggal di Semarang, sehingga khawatir jika harus meninggalkan anak. Kalaupun terpaksa harus dinas, biasanya saya bawa juga tuh si kecil, apalagi kalau dinasnya ke Bandung, sekalian main ke tempat Kakek Nenek-nya hehehe …

Sekitar awal bulan Juni lalu, saya ditelpon Bos, dan dengan mengagetkan ditanya, apa saya bersedia ikut ke Austria untuk training beserta 5 orang lainnya? Woww … tentunya excited banget, tapi tentunya saya gak bisa langsung mengiyakan karena harus tanya paksu dulu. Later on, Alhamdulillah paksu mengijinkan, dengan catatan nanti pas pergi mungkin akan “mengimpor” Eyang dari Semarang atau Nin dari Bandung.

Tapiiii … itu pun masih belum tahu jadi atau tidaknya keberangkatan ke Austria. Pengurusan surat dinas, paspor dll, ternyata makan waktu lama, jadi saya gak yakin bakalan jadi pergi, kecuali tiket sudah di tangan. Akhirnya semuanya baru pasti minus dua hari keberangkatan, saya baru menerima tiket dan paspor dinasnya.

Persiapan Pergi untuk si Kecil

Untuk si kecil sendiri, seminggu sebelum keberangkatan (padahal belum tahu juga jadi berangkat atau tidak), si kecil sudah saya latih minum UHT, karena stok ASIP tidak terlalu banyak (usia si kecil 16,5 bulan). Pertama, saya coba susu ultra mimi yang plain, ternyata gak mau. Saya coba juga susu pasteurisasi Diamond, ternyata gak mau juga. Saya coba susu kedelai, lebih gak mau. Kemudian saya coba UHT Greenfields, Alhamdulillah mau, dan tidak ada efek seperti susah pup atau m*ncr*t.

Selain itu, setiap sebelum bobo, saya selalu bisikin di telinganya, berulang-ulang “Mama mau pergi ya seminggu, nanti Dede gak nangis, gak cari nenen, kalau tidur ditemani Bapak dan ada Eyang juga, nanti kalau Mama pulang, dede boleh deh nenen lagi” … dan si kecil sepertinya mengerti karena dia menjawab iyaaa … iyaaa … hehehe …

Persiapan Pergi untuk Memerah ASI

Awalnya saya “mengikhlaskan” selama dinas di luar negeri saya akan membuang ASIP, tapi setelah dipikir-pikir kok sayang ya. Kemudian saya gugling, dan menemukan blog busui yang juga dinas ke luar negeri dan tetap memerah ASI. Akhirnya saya semangat. Blog tersebut benar-benar memberikan info yang mantap soal busui yang dinas ke luar negeri. Saya persiapkan semuanya, mengikuti saran dari blog itu. Tapi karena baru persiapan H-2 keberangkatan, persiapannya kurang maksimal. Saya bawa koper gede, setengahnya buat baju dan setengahnya buat peralatan tempur “ASIP”.

  1. Apron menyusui
  2. Cooler bag
  3. Plastic untuk ASIP (saya masih punya merk Natur sisa jaman pumping masih melimpah ruah).
  4. Aluminium foil
  5. Plastik Wrap
  6. Gunting
  7. Lakban
  8. Ice gel
  9. Pompa elektrik dan manual
  10. Print peraturan tsa (Transportation Security Administration)

Saya membawa semuanya di dalam koper, karena males ribet berurusan dengan security bandara untuk declare membawa ice gel dll. Tapi saya tetap membawa pompa ASI manual di tas ransel saya.

Selain itu, saya juga mengirim email ke hotel tempat saya menginap dan menanyakan apa bisa menitip ASIP saya di freezer mereka, dan hotelnya menanggapi dengan cepat dan membolehkan.

pompa elektrik unimom

Pompa elektrik unimom dan juga manualnya (tidak difoto), kado dari teman-teman tercinta, setia menemani selama dinas

Selama Perjalanan

Perjalanan dari Jakarta ke Doha memakan waktu sekitar 8 jam. Dengan waktu transit 4 jam, cukup bagi saya untuk melakukan pumping di Doha. Bandara tempat transitnya lumayan bagus, ada nursery room dan juga mushola terpisah. Akhirnya saya pumping di mushola setelah sholat subuh daripada harus pindah tempat ke nursery room. Mushola juga cukup sepi, sehingga tidak mengganggu orang lain. Saat itu pumping 150 mL (tidak maksimal) karena saya gak tenang dan hasilnya saya buang (sedih banget) karena memang tidak membawa ice gel untuk ke kabin. Setelah itu lanjut pesawat ke Vienna selama 5 jam.

Setelah Tiba di Tujuan

Tiba di Vienna, saya masih harus melakukan perjalanan darat ke Graz selama 2,5 jam. Saat itu, sudah terasa PD agak bengkak. Sampai di Graz, 24 juli sore hari waktu setempat. Setelah check in, saya langsung pumping. Setelah pumping, saya menitipkan semuanya (termasuk ice gel) ke tempat hotel untuk disimpan di freezer. Saya tulis nama, nomor kamar dan keterangan untuk disimpan di Freezer. Untuk selanjutnya, saya pumping dua kali sehari  setiap pagi sebelum berangkat kursus antara jam 5-6 pagi dan sore hari pulang kursus antara jam 5-6 sore.

Setiap hari saya juga skype dengan si kecil. Skype pertama, yang nangis bukan si kecil, tapi emaknya hiks … sedih rasanya. Skype berikutnya kadang setelah lunch (yang berarti setelah maghrib di Jakarta) atau setelah kursus (biasanya si kecil terbangun jam 12 malam). Saat malam pertama ditinggal, info dari paksu, si kecil nangis dari jam 3-5 pagi. Hari berikutnya agak gelisah tapi bisa tidur gak sampe bangun nangis. Lucunya setiap skype, dia akan pindah tempat ke belakang HP/laptop nyari Mamanya, dia liat Mamanya di layar jadi dia pikir Mamanya ada di belakang situ hehehe …

Hari jumat, 29 juli, saya berpindah tempat dari Graz ke Vienna. Pagi hari sekitar pukul 6 saya minta semua ASIP dan ice gel saya dikeluarkan dari freezer ke resepsionis hotel. Lalu saya masukan ke cooler bag. Perjalanan dari Graz ke Vienna sekitar 2.5 jam dengan kereta api. Sampai hotel di Vienna pukul 10.30 pagi, ASIP masih beku, saya titip ke resepsionis untuk disimpan di freezer karena baru bisa check in pukul 3 sore. Kemudian lanjut ke tempat meeting sekitar 30 menit dari hotel.

tiba wien

Tiba di Vienna dengan setia membawa cooler bag berisi ASIP

Di Vienna masih sempat dua kali pumping dan langsung dititip juga di freezer. Jadi total dapat ASIP adalah sekitar 1,390 mL (1,540 mL kalau ditambah dengan 150 mL yang dibuang pas transit).

Hari terakhir di Vienna adalah sabtu, 30 Juli. Pagi-pagi setelah pumping, plastik ASIP dititipkan ke freezer hotel. Kemudian check out hotel tapi tas masih dititipkan karena pesawat kembali ke Jakarta pukul 19.05 waktu setempat. Seharian jalan-jalan dan kembali ke hotel berniat untuk packing ASIP.

Naahhh saat itu lah agak terjadi disaster. Saya minta tolong ke resepsionis untuk mengambilkan barang-barang yang saya titip di freezer. Namun, resepsionis hanya mengeluarkan satu kantong putih. Saya bilang kalau saya menitipkan satu set lagi dalam “white plastic bag” alias kresek putih. Dia bilang gak ada, trus lumayan lama cari-cari. Setelah bbrp saat, sepertinya pegawai kitchen menyerahkan satu kresek putih itu. Dan alangkah shock-nya saya karena kresek itu disimpan di fridge bukan freezer. Hiks nangis darah deh. Alhasil, semua ASIP sudah mencair dan ice gel-nya pun mencair karena sudah dua hari di fridge. Haduuhh sedih banget, otomatis ASIP beku itu sudah cair lebih dari 24 jam, tapi saya gak tega buangnya. Saya tetep packing dan bawa ke bandara untuk masuk kabin (gak masuk bagasi, karena harus packing ulang). Niatnya kalaupun nanti harus dibuang, biarlah mbak-nya yang buang, saya gak tega buang ASIP yang hampir 1 liter itu. (yang masih beku adalah yang terakhir masuk freezer hasil pumping di Vienna).

Melewati Security Check di Bandara Vienna

Sebenarnya agak deg-degan juga sih bawa ASIP ke kabin, karena peraturan tsa yang baru hanya mencantumkan “traveling with children”. Ketika security check di bandara Vienna, saya jelaskan saya bawa ASIP dan menunjukkan aturan tsa itu.

gabag

cooler bag yang dibawa ke kabin, berisi 1.390 mL ASIP dan 4 ice gel (cooler bag ini juga kado dari teman tercinta)

Me : Hi, I bring breast milk and ice gel in this cooler bag (sambil menunjukkan aturan tsa yang sudah diprint)

Tsa officer (laki-laki) : Yes, but where is your child?

Me : at home. Sambil jelasin bla bla bla

Tsa officer : But Mam, you can’t bring it to the cabin if you are not traveling with your child.

Lalu ada seorang tsa officer perempuan yang menghampiri dan bertanya-tanya sementara yang laki-laki memanggil supervisornya (Alhamdulillah ternyata perempuan). Jadi ketika dijelaskan dia mengerti dan melihat ASIP yang ada di cooler bag. Yang dia lihat hanya di bagian atas, disana yang ada hanya yang volume 90 mL, 60 mL dan 140 mL yang masih agak beku (hasil pompa terakhir), jadi tsa supervisor itu mengizinkan dengan alasan volumenya tidak mencapai 100 mL dan yang lebih dari 100 mL masih beku. Padahal yang cooler bag bagian bawahnya banyak yang volumenya sekitar 120 mL. Alhamdulillah lolos.  Tapi dia tidak menjamin akan lolos pemeriksaan tsa ketika transit di Doha.

Long story goes short …

Ternyata di tempat transit di Doha sama sekali gak masalah (bahkan gak ditanya walaupun saya menginfokan ke mereka) karena mungkin dianggap ini transit dan sudah diperiksa di bandara awal. Apalagi transit di Doha hanya 1 jam sehingga sangat terburu-buru, Alhamdulillah tidak diribetkan dengan tsa yang tanya-tanya ASIP.

Ketika tiba di Jakarta, sudah dijemput si kecil yang sudah teriak Mama … Mama … (aahhh senangnya Mama bisa meluk kamu lagi De). Setelah masuk mobil, si kecil langsung bilang nenen … ternyata dia gak lupa hahaha …

Sampai rumah,semua ASIP langsung saya masukkan kulkas. Esoknya senin langsung ngantor, dan betul saja, hanya 140 mL itu yang masih layak diminum sedangkan sisanya 1 liter lebih dibuang mbak-nya (saya mah gak tega buangnya).

Jadi tipsnya ya ibu-ibu:

  1. Pastikan pihak hotel mengerti benar kalau yang dimaksud adalah FREEZER bukan FRIDGE.
  2. Dalam kantung ASIP lebih baik tidak diisi lebih dari 100 mL walaupun kapasitas kantong ASIP bisa sampai 150 mL.
  3. Lebih baik ASIP masuk bagasi daripada repot dan ribet ditanya-tanya pihak tsa di bandara.
  4. Ternyata tidak dibutuhkan surat keterangan dokter untuk membawa ASIP.

 

Note:

Ingat, perkataan adalah doa. Sejak awal niatnya mau membuang hasil pumping selama dinas karena males ribet, sampai akhirnya semangat setelah browsing blog busui lainnya yang dinas luar negeri. Ternyata walaupun sudah berusaha, ASIP tetap terbuang dan hanya tersisa 140 mL yang bisa diminum. Hiks … jadi merasa bersalah sudah berniat membuat hasil pumping sebelum berusaha 😥

14
Dec
11

Auckland … Part 1

New Zealand …

For me, this country means the Lord of the Rings since the trilogy was filmed there. It was just like an outrages adventure. My friend and I booked the ticket not more than 2 months earlier, applied for the visa and then almost forget about it due to assignment and exam period! So, there we go!

Nov 22nd, 2011 was our departure date. Qantas took us to Melbourne and then Auckland. Touch down in the biggest city in NZ in the afternoon, it reminded us of Adelaide. The city with about 1.3 million population was very quiet and beautiful. But it was also a cold spring for us who landed from sunny Adelaide.

We headed to Weymouth, almost 20km from Auckland CBD, to meet my CS friend and spent 4 nights there. At the same time, there was a couple from French who spent 2 nights there as well. Thus, they got a room while we got a lounge. Not bad at all.

The next morning, we traveled to the city. The bus/train fare is quite expensive there. It’s based on stages; each stage is approx. 5 km. So, we bought a daily ticket for NZD 15. The ticket was valid for bus, train and ferry to Davenport (or Devonport … yaaa whatever lah!).

We catch the bus from Britomart Train Station to our first destination. It was the famous Mission Bay. I had no idea what is it famous for. Compare to Glenelg in Adelaide Suburban, I love Glenelg more. But hey, it was an adventure. We walked along the beach for a while. FYI, there is a café named Mecca in Mission Bay. Then, we walked up hill to see the Mission Bay neighborhood. Wow, this area is such a great place to live. Those houses were nice, the surrounding was quiet, and the view was spectacular. After enjoying those luxury houses, we walked down the hill. Following an NZ friend suggestion, we bought ‘Movenpick’ ice cream. Delicious ice cream and the bay view were absolutely brilliant idea to enjoy a chilly-sunny afternoon.

We got back to the city to catch a ferry to Davenport. It was 15 minutes sailing before we reached another quiet but beautiful area, Davenport. From here, we could see Auckland downtown and its skyscrapers including the Sky City Tower which is the highest building in the southern hemisphere. Just don’t forget to visit a chocolate factory here. When we walked in the shop, the smell of chocolate was a temptation for our empty stomach. We got one small bar of free chocolate. We didn’t buy anything, so we just hanging around another part of Davenport. In contrast to Adelaide where mostly the road is flat, here almost everything is hilly. So, it was exhausted to go around the city by foot.

Auckland … A view from Davenport!

Continue reading ‘Auckland … Part 1’

15
Jan
11

Ada Oprah di Sydney

Ini catatan perjalanan (catper) waktu jalan-jalan ke Sydney dan Canberra 12-21 Desember, tapi Cuma tercatat sampe tgl 14 Desember aja, keburu males juga, udah kelamaan 😀

11 Dec 2010

Sore itu pergi ke Adelaide Airport dgn tujuan Sydney pake Tiger Airways. Udah masuk pesawat, eeehhh apa daya, disuruh turun lg, ktnya ada technical difficulties. beuh, udahlah semua penumpang turun dgn waktu delayed yg ga ketauan sampe kpn. Eehh setelah nunggu hampir 2 jam, ada pengumuman pesawat dicancelled. Hhhrrgghhh kesel bgt, lagian salah aku jg, udah tau reputasi tiger jelek, jdnya antri buat ambil form refund dll. untungnya cm beli one way, org2 yg beli refund lebih bingung lg. Ah parah bgt, kynya tuh maskapai ga ada rasa bersalh, cuma bagiin form itu tanpa rasa bersalah, cm tulisan I’m sorry for all inconvinience. I was so upset, gak akan lagi deh pake Tiger (emang sebelumnya juga gak pernah!). Akhirnya hampir semua penumpang antri di service desk JetStar buat beli tiket ke Sydney dgn harga selangit. Itu pun buat penerbangan esok pagi.

(Pas bilang ke temenku seminggu kemudian, komentar dia Cuma “everybody has bad experience with tiger” … see!!!)

12 Dec 2010

Minggu pagi. It means almost all buses in Adelaide start operating at 8 am. Jadi pesen taxi buat ke bandara. Alhamdulillah penerbangannya ontime. Sampe Sydney jam 11 trus dijemput temenku, lgsung ke rumahnya dia di daerah Penshurst simpen tas dan makan siang. Trus naik train ke Cirqular Quay buat antri ambil ticket Oprah. Oh ya, sebenernya aku ga ada rencana ke Sydney sampai Januari, tp karena menang tiket Oprah, jd dimajuin deh ke Sydney-nya hehehe ….

 

Ternyata antrian orang yg ambil tiket banyak banget, maklum 6ribu orang yg antri masing2 dpt dua tiket. artinya 12 ribu orang untuk tapping dua show, pagi dan sore. Aku dpt yg sore. Katanya yg apply buat tiket itu mencapai 350ribu orang.

Uh finally dpt juga tiket dan wristband-nya setelah ampir dua jam antri di bawah teriknya matahari Sydney saat summer. Waw aku dpt tempat duduk di forecourt section A1 pula, berarti di depan kan? let see …

Setelah ambil tiket, kami buru2 ke stasiun kereta, soalnya tmnku ada party sorenya, dia ga enak kalo ga datang. Jd aku jg ga enak kalo ga ikut. So, aku ke sana, cuma kenal dia. Eeehhh tp tmn2nya dia baik, nyapa2 aku dan ngobrol banyak. Bahkan ada satu orang Indo jg tp yg udah lama banget tinggal di Sydney sampe2 bahasa Indo-nya dah kaku gitu heheh …

Done today.

 

13 Dec 2010

Senin jam 10 aku janjian bareng temenku yg kuliah di USyd depan Fisher Library. Usyd spt jg Uni Adelaide anggota group of 8 univ di Oz. Hhhmmm … kampus Usyd luas, beda ma UofA, hahaha … abis UofA di CBD, begitu nyebrang keluar kampus langsung mall 😀

Hari itu tmnku ketemu prof-nya jd aku ma tmnnya dia jagain anaknya sambil keliling usyd dan victoria park. Abis itu kami ke Campsie, rmhnya dia trus mkn siang. Aku balik lg naik train ke Central, ke china town. Eh paddy’s marketnya tutup, buka dr rabu sampe minggu. Akhirnya keliling china town dan darling harbour. Naik monorail, ternyata mesti byr lg, ga berlaku tiket multi yg udah kita punya. Yo wis gpp. Akhirnya keliling lebih dr 1 putaran naik monorail seputaran cbd, trus turun di City Centre. Dari sana jalan kaki ke town hall, cm bisa masuk ke satu hallnya aja. Trus ada hall gede buat konser dan disana ada orgel gitu, tp kita ga blh masuk, cm liat aja. Di dkt situ jg ada QVB, Queen Victoria Building, bangunan antik yg jadi mall. Trus sebelah town hall ada katedral, katedral apa ya? lupa.

Keliling sana bentar trus naik train dr town hall mau ke Olympic Park. Tp ga ada yg langsung, jdnya naik yg ke Lidcombe, dr sana sambung train ke Olympic Park. Wah trainnya penuh, kirain byk turis yg mau ke Olympic Park. Ternyata, begitu sampe Olympic Park rame, penuh banget, dan suara musik yg kenceng, untung audionya bagus. Beuuhh ternyata mau ada konser. Penasaran donk ada konser siapa, jd aku tanya ke salah 1 orang disana, oohh ternyata konser U2 di ANZ Stadium. Wooowww …. ga aneh rame bgt. Nampaknya cuma aku aja yg keliling stadion sendirian ga jelas mo ngapain. Wah komplek stadionnya luar biasa, dgn tiap tiang ada tulisan olympiade sebelumnya dan taun brp. Akhirnya sktr jam 6 balik ke Central.

Dari Central naik tram ke arah Lilyfield, eh byr lagi jg, krn ternyata tram itu dikelola swasta. Naik tram bulak balik cm pengen tau aja, ternyata melewati Ian Thorpe Aquatic Centre, Sydney Fish Market … dll. Ya udah setelah itu balik lg ke rumah tmnku.

14 Dec 2010

Hari ini tmnku took a day off. Setelah sarapan, kami pergi ke city. Turun di stasiun Martin Place. Dari situ keluar langsung Sydney Hospital. Trus kami jg lewat ke tempat channel 7 morning news: sunrise dan morning show. hahaha … dgn kampringnya lambai2 di kaca pdhl ga ke shoot jg. Dr situ kami jln ke botanical garden ke art gallery, nampak depan ampir sama dgn art gallery SA, pilar2 corrintianth. Tp art gallery NSW lbh gede. Dr situ kami jln di botanical garden dgn view harbor bridge dan opera house. Beautiful. Trus jalan ke contemporer museum di circular quay, lanjut ke The Rocks. Wooowww The Rocks rock! Dgn bangunan2 dr sandstone dan byk cafe2 berjajar, menarik buat pengunjung. Ada The Rocks Museum jg. Ga kerasa udah siang, kami makan siang di Australian Heritage Hotel. Setelah makan, nyebrang Harbor Bridge. Pemandagan dari atas ke Opera House indah bgt. Tadinya mo jln terus tp waktu dah mepet. Jadi cuma sepermpat jalan trus balik lewat Cahill Walk ke Circular Quay. Mulailah kami antri di Macquarie St buat masuk ke tempat shooting Oprah. Antri lebih dari 1 jam, melewati metal detector. dikasi goody bag yg isinya botol air minum, ponco plastik kalo ujan, dan sunscreen. Waa beneran kan, krn kami section A1, kami duduk di depan, baris ke 7 dr panggung, tp sygnya dpt duduk di pinggir. But it’s OK, yg penting kami di dpn, dan masih bs liat panggung dgn jelas. Karena baru jam 4 dan shooting baru jam 7 kami reherseal dulu buat acara bendera gitu deh. Ky di stadion, ada bendera gede yg melewati kepala org2, dan cm buat di bagian dpn doank donk :P. Trus crew-nya Oprah ngasi tau bintang tamu sore itu bakal ada Bono, Nicole Kidman + Keith Urban, Hugh Jackman, Olivia Newton John. Huaaa teriak donk begitu dikasi tau bakal ada Bono.

Beneran teriak histeris pas liat Oprah masuk panggung dan bintang tamu pertma Bono. Gilaaa …. ga percaya bisa liat mereka langsung. Not even ever dream it! Tp Bono cm bentar, soalnya msh hrs konser malemnya. (Eh btw selama nulis ini kan lg dlm kereta ke Katoomba, di dpn kursiku ada couple msh muda, kalo dgr dr bhsnya mgkin Jerman, beuuhh ciuman mulu wakakak …, mestinya merem ya gw :P)

Oh ya, sebenernya gak boleh bawa kamera buat ke show-nya Oprah, tp pas liat orang2 pada nekat ambil foto, akhirnya aku juga ikutan nekat ambil foto, hiks tapi pas Bono gak dapet, soalnya bintang tamu pertama, jadi belum berani ambil foto 😀

Setelah itu tamu berikutnya Hugh Jackman, dan dia masuk panggung dgn cara flying fox dr atap Opera House ke Panggung. Huuaaa … teriak lg begitu liat Hugh Jackman hahaha …. Eh Hugh Jackman lupa nge-rem flying fox-nya, alhasil matanya dia agak luka. Duuhhh kaciaann ..

Ternyata ikutan shooting itu lucu ya, pas break iklan, crew-nya Oprah langsung ngelilingi dia, ada yg benerin bajunya, ada yang benerin make-up nya … waah banyak deh.

Setelah itu, berturut-turut bintang tamunya Nicole Kidman dan Keith Urban (Nicole emang cantik bgt, perfect!) trus Olivia Newton John 😀

Setelah itu, 6 org tamu dr Amerika dpt kejutan hadiah kalung (berlian??), dannn kemudian kata Oprah, kami semua 6ribu orang dpt kalung jg dari Rio Tinto. Gilaaa … Alhamdulillah …. teriak ga percaya. Aku sampe tanya tmnku, is it for real? She said yes 😀 Dan acr terakhir adalah choir trus Hugh Jackman nyanyi disusul Olivia, Keith, Nicole daaannn Russel Crowe. Fantastic show. Begitu pulang, kami ambil kartu buat dpt berliannya. Ternyata mesti register online, dan kemudian dikirim, tp bahkan mesti nunggu sampe Juni 2011 :D. Yeah, that’s OK. Karena sebelumnya ga berharap dpt surprise, krn 6rb orang gitu lho. Entahlah audience pagi dapet apa, katanya kalung juga 😀 Oh ya, bintang tamu pagi ada Bindi Irwin (Irwin family), Jon Bon Jovi, Russel Crowe dan Jay Z.

Evening show itu ditutup dengan semua bintang tamu nyanyi “I Still Call Australia Home”. Ini ada video-nya di youtube. Nah aku tuh ada di bawah bendera Aussie itu 😛


Fantastic show. Cape tp amazed!

 

15
Jan
11

Brisbane … Summer Holiday

Catatan perjalanan (catper) ke Brisbane tgl 2-7 Desember 2010, sebelum terjadi banjir besar di Queensland Januari 2011.

Well, catper ini sampe hari ketiga aja, karena keburu males 😀


day 1

2 Desember 2010

Pagi itu jm 8, aku berangkat dr flat-ku menuju Adelaide airport. Tujuanku hr ini adalah Brisbane, ibukota state Queensland, Australia. Flight-nya tepat jam 10.45 dan tiba di Brisbane pukul 12.00 waktu sana. Adelaide dan Brisbane punya perbedaan waktu 30 menit. Tiba di Brisbane Airport udah dijemput temenku, senengnya, jdnya ga usah bingung2 deh mo kemana. Dari situ kami naik bus airport ke Airport village, eh bisnya kok ga bayar ya? pdhl di halteu-nya ada tulisan kalo ticket bisa dibeli di driver, harganya $5. Oh ya sebenernya dr Airport ke city jg bisa naek train, tp lebih mahal, tiketnya $15.

Back to Airport village, ternyata disana tuh shopping centre gitu deh, alias DFO, direct factory outlet. wah jdnya malah belanja deh, baru jg tiba di Brissie udah belanja aja. Setelah keliling2 muterin DFO dan having lunch, kami pergi ke city. Dr sana naik bis nomor 300 berhenti d Toombul trus dr sana sambung train ke Brisbane central. transport di Brisbane lebih mahal dr Adelaide. Sebelumnya aku udah dibeliin go card ma tmnku, jd aku tinggal isi2 aja deh. tp krn concession-nya cm berlaku buat students di QLD aja, yaaa jdnya aku ga bs pake (walopun bsknya beli go card yg concession hehehe … pake student ID-nya tmn :D). Go card-nya persis sm yg di Singapore. Jd kalo berencanan jalan2 lama di Brisbane mendingan beli tiket go card aja, drpd daily ticket krn jatuhnya akan lebih murah.

Back to journey, cuaca di Brisbane saat ini ujan terus walopun udah masuk summer, jd jalan2nya banyak terdelayed hujan yg lumayan lebat.

Di Brisbane, tempat yg pertama dikunjungi adalah ANZAC square, itu sebenernya cuma square buat “peringatan” pahlawan perang gitu; tp penataan tamannya apik, jd seneng aja ada disana. tempatnya diapit oleh Brisbane Central dan ost Office Square. Dari sana kami jalan ke Queen Street Mall, kalo di Adelaide mirip dengan Rundle Mall. Tapi karena penduduk Brisbane lebih banyak dari Adelaide, jd tempatnya pun lebih rame. Sore itu kami hanya berjalan-jalan seputaran city; terus makan di warung masakan Indonesia, pesen batagor sementara temen sy pesen siomay. Kynya itu batagor satu porsi termahal yg pernah aku beli, kalo dirupiahin sekitar 81 ribu hehehe …

Karena sudah malam, dari sana langsung pulang.

 

Day 2, 3 Dec

 

Brisbane River … yang meluap sampe 4.5m saat banjir Queensland

Lagi2 cuaca Brisbane hr ini mendung dan hujan. Hari ini kami menyusuri Brisbane River naik City Cat, semacam ferry yg jd alat transportasi utama di Brissie. Kami naik dari North Quay menyusuri sungai sampai ke pemberhentian terakhir kemudian balik lagi dan turun di QUT. Mengelilingi kampus QUT yg sepi, krn dimana-mana kampus di Aussie lg libur summer. DI QUT ada old parlement house yg dijadiin museum. Kami liat kesana sebentar karena memang tempatnya kecil dan tidak terlalu banyak koleksi yg dipamerkan.

Keluar dari gerbang QUT, kami langsung ke Queensland Parlement House, tp tour-nya baru diadakan sktr setengah jam kemudian pukul 3.30 pm, sehingga kami pergi ke Botanical Garden yg berada tepat di seberangnya. lima menit menjelang 3.30 kami sudah berada lagi di depan Parlement House, saat itu yg tour cuma berempat, kami berdua, dan dua lg cewek dari Jerman. Sayangnya selama tour itu kami tidak diperkenankan mengambil gambar, pdhl dalamnya elegan banget, kami masuk ke semua ruangan sidang dan boleh duduk di kursi2nya yang empuk dan nyaman itu.

Selesai dr tour, kami Jalan kaki meyusuri jembatan yg melintasi Brisbane River menuju South Bank. Di South Bank ini ada pantai buatan, “The Brisbane Wheel” (tiketnya $15 untuk adult, ga ada concession buat students) mirip dgn Singapore Flyer tp lebih kecil, terus ada Queensland Museum, Museum Science Centre, Queensland Art Gallery dan Qld State Libary. tp karena udah sore, tempat2 itu udah tutup, jd baru masuk kesana besoknya. Kecuali ke Museum Science Centre, ke tempat2 lainnya free entrance alias gratis.

Dari South Bank, kami jalan balik ke arah King Goerge Square tepat di depan Brisbane town hall. Hari itu ada penyalaan christmas tree yg lmyn gede, tp masih kalah gede dgn christmas tree di Victoria Square Adelaide.

Square-nya penuh banget, semua orang tumplek blek disitu, mulai dr orang tua sampe bayi2 kecil dalam stroler. Acaranya bentar doank, jam 8 kurang aja udah selese. Eh pas mau balik, ketemu temen kuliah, yg ternyata aslinya emang orang Brisbane, tp ambil master di Adelaide.

The Brisbane Wheel, yg saat banjir Queensland tuh, tenda di depannya sampe terendam (waktu liat di TV)

Day 3

Pagi itu hujan deras baget, kami mengunjungi UQ St. Lucia campuss tempat kuliahnya temenku. Karena ujannya gede dan deres, akhirnya kami ke perpustakaannya dan browsing2, login pake ID-nya tmeneku itu 😀

Kalo nungguin ujan berhenti ga tau sampe kpn, akhirnya kami memutuskan pergi, naik cityu cat ke South Bank, terus liat2 pantai buatannya, dan di depannya lg ada bazar gitu, judulnya life style market, krn yg dijual emang baju2 dan semua yg berhubungan dgn fashion dan life style deh. Dari sna, kami ke Qld Museum, koleksinya lumayan byk, dr binatang, aborigin, pesawat2 kuno, sampe koleksi jaman perang. Ada bbrp bag museum yg tidak boleh difoto, diantaranya koleksi aborigin. Dari sana kami ke Art GALLERY, wah disini boleh ambil foto, pdhl art gallery d adelaide ga boleh. Art gallery di Qld tempatnya lbh luas dan koleksi yg dipamerkan lebih kontemporer dibanding Adelaide yg lbh klasik.

Dari sana kami balik ke arah city, jalan ke arah botanical garden. Malam it mula 7.15 pm ada konser christmas carol, free entrance tentunya. Karena diselenggarakan di taman terbuka, jd orang2 udah siap bawa kursi sendiri, ato alas duduk lengkap dengan ponco dan payung, karena hujan. Well, the show still goes on. terrific ninght despite the weather kalo kata lord mayor-nya Brisbane yg kasi sambutan. Ajang konser itu bener2 jd acr keluarga buat orang sana, anak2 bayi lucu2 pd tidur di strolernya, begitu juga aak2 kecil lainnya yg duduk2 sambil nyanyi2. Kami ga liat konsernya sampe beres karena akhirnya jam 8 balik, persiapan besoknya mau ke Gold Coast.

 


17
Jul
10

Adelaide, Australia

My story in Adelaide, Australia … Just click the title 😀 to find my Journey in Australia.

1. Australia … Here I come!

2. Adelaide, my new home!

3. Wigley Reserve

09
Jun
10

10 places in Indonesia : Know It Love It

10 places in Indonesia you should visiting Indonesia Know It Love It.

Remarkable Indonesia

Courtesy : http://indonesia-raya.tumblr.com/post/617624724/10-places-in-indonesia

1. Raja Ampat, West Papua

Continue reading ’10 places in Indonesia : Know It Love It’

31
Mar
10

Karimun Jawa : A Dream Journey

Catatan Perjalanan waktu ke Karimun Jawa 13 – 16 Maret 2010. Ada di Blog satu lagi (Laisya and Her World) : Part 1 dan Part 2. And of course, this one, Karimun Jawa : Tips and Tricks to Travel. Just read in Laisya and Her World. 🙂




Welcome to Laisya : A New Hope

This is a blog about my journey, my story, and my "curhat". "Laisya : A New Hope" is inspired by "Star Wars IV : A New Hope". (I love Star Wars Saga :D). This is my new blog to replace "Laisya and Her World". Well, actually I made this blog long time ago, before I made "Laisya and Her World". However, for certain reason, I have to leave "Laisya and Her World" and start this new (but old) blog :)

More about me??

Now, I live in Jakarta but I'll always love Bandung as my hometown. I used to live in Adelaide, South Australia for two years due to my study (master degree). I like reading, swimming, watching movies, and travelling. I have a dream to visit all interesting places in this planet. I hope my dream will come true someday. Am I a dreamer? Maybe, but why not?? Sometimes I envy TV reporters whom travel around the world for free, and they were paid. Gee, that is a Dream Job! :D Daydream? Yeaah, whatever lah :P.

Too many "dream" words here, maybe I actually should put "Laisya and Her Dream" as a blog title :D.

Laisya on Twitter

Enjoy your day!

June 2017
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 5,372 hits